Pages

Labels

adaptif (21) normatif (5) produktif (9) umum (6)
Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 18 Agustus 2016

MATERI KIMIA



MATERI ADM.SERVER

      CARA MEMBUAT ANIMASI CURSOR DI BLOG

[1]. Seperti biasa Login dulu ke Blog Kalian.
[2]. Trus cari tata letak --> Tambahkan Gadget. --> Tambahkan Gadget.
[3]. Copy dan Paste-kan Code di bawah ini ke dalamnya.

<style type="text/css">
/* Circle Text Styles */
#outerCircleText {
/* Optional - */
font-style: italic;
font-weight: bold;
font-family: 'comic sans ms', verdana, arial;
color: #FF0000;
/* End Optional */
position: absolute;top: 0;left: 0;z-index: 3000;cursor: default;}
#outerCircleText div {position: relative;}
#outerCircleText div div {position: absolute;top: 0;left: 0;text-align: center;}
/* End Required */
/* End Circle Text Styles */
</style>
<script type="text/javascript">
;(function(){
// Your message here (QUOTED STRING)


var msg = "Copyright Tanpa Nama";


// Set font's style size for calculating dimensions
// Set to number of desired pixels font size (decimal and negative numbers not allowed)


var size = 24;


// Set both to 1 for plain circle, set one of them to 2 for oval
// Other numbers & decimals can have interesting effects, keep these low (0 to 3)
var circleY = 0.75; var circleX = 2;
// The larger this divisor, the smaller the spaces between letters
// (decimals allowed, not negative numbers)
var letter_spacing = 5;
// The larger this multiplier, the bigger the circle/oval
// (decimals allowed, not negative numbers, some rounding is applied)
var diameter = 10;
// Rotation speed, set it negative if you want it to spin clockwise (decimals allowed)
var rotation = 0.4;
// This is not the rotation speed, its the reaction speed, keep low!
// Set this to 1 or a decimal less than one (decimals allowed, not negative numbers)
var speed = 0.3;
if (!window.addEventListener && !window.attachEvent || !document.createElement) return;
msg = msg.split('');
var n = msg.length - 1, a = Math.round(size * diameter * 0.208333), currStep = 20,
ymouse = a * circleY + 20, xmouse = a * circleX + 20, y = [], x = [], Y = [], X = [],
o = document.createElement('div'), oi = document.createElement('div'),
b = document.compatMode && document.compatMode != "BackCompat"? document.documentElement : document.body,
mouse = function(e){
e = e || window.event;
ymouse = !isNaN(e.pageY)? e.pageY : e.clientY; // y-position
xmouse = !isNaN(e.pageX)? e.pageX : e.clientX; // x-position
},
makecircle = function(){ // rotation/positioning
if(init.nopy){
o.style.top = (b || document.body).scrollTop + 'px';
o.style.left = (b || document.body).scrollLeft + 'px';
};
currStep -= rotation;
for (var d, i = n; i > -1; --i){ // makes the circle
d = document.getElementById('iemsg' + i).style;
d.top = Math.round(y[i] + a * Math.sin((currStep + i) / letter_spacing) * circleY - 15) + 'px';
d.left = Math.round(x[i] + a * Math.cos((currStep + i) / letter_spacing) * circleX) + 'px';
};
},
drag = function(){ // makes the resistance
y[0] = Y[0] += (ymouse - Y[0]) * speed;
x[0] = X[0] += (xmouse - 20 - X[0]) * speed;
for (var i = n; i > 0; --i){
y[i] = Y[i] += (y[i-1] - Y[i]) * speed;
x[i] = X[i] += (x[i-1] - X[i]) * speed;
};
makecircle();
},
init = function(){ // appends message divs, & sets initial values for positioning arrays
if(!isNaN(window.pageYOffset)){
ymouse += window.pageYOffset;
xmouse += window.pageXOffset;
} else init.nopy = true;
for (var d, i = n; i > -1; --i){
d = document.createElement('div'); d.id = 'iemsg' + i;
d.style.height = d.style.width = a + 'px';
d.appendChild(document.createTextNode(msg[i]));
oi.appendChild(d); y[i] = x[i] = Y[i] = X[i] = 0;
};
o.appendChild(oi); document.body.appendChild(o);
setInterval(drag, 25);
},
ascroll = function(){
ymouse += window.pageYOffset;
xmouse += window.pageXOffset;
window.removeEventListener('scroll', ascroll, false);
};
o.id = 'outerCircleText'; o.style.fontSize = size + 'px';
if (window.addEventListener){
window.addEventListener('load', init, false);
document.addEventListener('mouseover', mouse, false);
document.addEventListener('mousemove', mouse, false);
if (/Apple/.test(navigator.vendor))
window.addEventListener('scroll', ascroll, false);
}
else if (window.attachEvent){
window.attachEvent('onload', init);
document.attachEvent('onmousemove', mouse);
};
})();
</script>

NB :
- Tulisan yang berwarna 
Biru, ganti dengan kata-kata yang Kalian inginkan.
- Dan tulisan yang berwarna 
Merah, silahkan Kalian sesuaikan dengan keinginan Kalian.

[4]. Terakhir tinggal di SAVE dan lihat hasilnya.

Happy Blogging...!!!

Baca Selengkapnya Di : 
http://indonesianblog-jmk.blogspot.com/2012/01/cara-membuat-kursor-blog-di-ikuti.html#ixzz4HUNUgvwZ

MATERI MEBERAPKAN TEKHNIK PENGAMBILAN GAMBAR PRODUKSI

Menerapkan teknik pengambilan gambar produksi
Filem merupakan hasil karya seni yang berasala dari perpanduan banyak unsur, seperti suara , gambar dan lain
Pemerintah sendiri mendefenisikan film sebagaia berikut :

A.FILM
      Film adalah karya cipta seni budaya yang merupakan media komunikasi masa pandang dengar yang dibuat berdasarkan sinemagtografi dengan direkampada pita selluloid,pita video,piring video. Atau bahan hasil penemuan teknologi lainnya dalam bentuk, jenis, ukuran melalui kimiawi, proses elektronik/proses lainnya tanpa suara yang dapat di pertunjukkan dan atau ditayangkan dengan system proyek mekanik, elektronik dan atau lainnya (UUD perfilman th.1992, bab 1 pasal 1).”
*Film merupakan rangkaian banyak frame
(bingkai) gambar yang di putardengan kecepatan tertentu.
*video merupakan rangkaian banyak frame (bingkai) gambar yang di dalamnya berisi tahapan demi tahap dari suatu gerakan/ skuen yang di putar dengan kecepatan tertentu.

DEFINISI KAMERA
Kamera merupakan salah satu aspek penting dalam suatu pembuatan film, fungsi kamera yaitu mengambil/merekam adegan-adegan yang diarahkan oleh sang sutradara kemudian divisualisasikan oleh pemain-pemain yang melakukan adegan-adegan.
#kamera di operasikan oleh kru film yang biasa.

#kameramen mengoperasikan kamera sesuai dengan arahan sutradara.

Rabu, 03 Agustus 2016

MATERI IPA

Standar Kompetensi
3.memahami komponen ekosistem serta peranan manusia dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan AMDAL
Kompetensi Dasar
3.1 mengidentifikasi komponen ekosistem
3.2 menjelaskan konsep keseimbangan lingkungan
3.3 mendeskripsikan AMDAL
Materi ajar
1.     Ekosistem
2.    Aliran energi dalam ekosistem
3.    Keseimbangan lingkungan
4.    AMDAL (analisis mengenai dampak lingkungan)
EKOSISTEM
Ciri-ciri makhluk hidup
-      Dapat Bernafas
-      Dapat bergerak
-      Peka terhadap rangsangan
-      Saling berinteraksi
-      Membutuhkan makan dan minum
-      Berkembang biak
Ekosistem berasal dari bahasa yunani ekos: tempat tinggal, sistem: adalah suatu komponen yang memiliki fungsi dan tujuan tertentu.
Ekosistem adalah hubungan timbal balikantara makhluk hidup dengan faktor lingkungannya di suatu tempat.
1.     Komponen-komponen ekosistem berdasarkan fungsinya:
a.    Autotrof berasal dari bahasa yunani autos: sendiri, trophikos: menyediakan makanan.
Makhluk hidup yang dapat menyediakan makanannya sendiri
b.    Heterotrof
Organisme yang tidak mampu menyediakan makanannya sendir
2.    Komponen ekosistem berdasarkanpenyusunnya
a.    Abiotik (tak hidup)
b.    Biotik
o    Produsen mampu membuat maknannya sendiri
o   Konsumen = herbivora, karnivora, omnivora

o   Pengurai/dekomposer adalah organisme yang menguraikan organisme lain yang telah mati dari sisa-sisa makanan yang terurai

MATERI KEWIRAUSAHAAN

ada tiga hal yang diperlukan dalam berwirausaha
1.mimpi
 setiap orang harus memiliki mimpi karena tampa mimpi seorang wirausaha tidak memiliki tujuan dalam berwirausaha.
2.ilmu
 setiap orang harus memiliki ilmu karena tampa ilmu seorang wirausaha akan mudah untuk dibodohi dan usahanya pun tidak akan berkembang
3.kerja keras
 tampa kerja keras mimpi pun tidak akan tercapai karena dengan kerja keras usaha kita pun dapat merasakan rugi dan untung dalam berwirausaha
Pengertian NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) adalah :

Nomor identitas yang diberikan kepada Wajib Pajak sebagai sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakannya.

NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) terdiri dari  15  digit dengan penjelasan sebagai berikut :
·                     Dua digit pertama menunjukkan jenis wajib pajak,antara lain :
1.           kode  01, 02, 21, 31 adalah menunjukan Wajib Pajak Badan
2.           kode  00, 20   adalah menunjukan Wajib Pajak Bendahara
3.           kode 04, 05, 06, 07, 08, 24, 25, 26, 31, 34 , 35, 36, 47, 48,49, 57, 58, 67, 67, 77, 78, 79, 87, 88, 89, 97  adalah menunjukan Wajib Pajak Orang Pribadi
·                     Tujuh digit selanjutnya  menunjukkan nomor tertentu yang dikeluarkan oleh kantor pajak
·                     Tiga digit selanjutnya menunjukan kode Kantor Pelayanan Pajak dimana Wajib Pajak terdaftar, contoh kode 521 untuk KPP (Kantor Pelayanan Pajak) Pratama Purwokerto
·                     Tiga digit berikutnya menunjukan kode cabang contoh 001 berarti cabang pertama, 000 berarti sebagai wajib pajak pusat
Contoh : 01.  123. 456. 7 -521.000
Artinya : Wajib Pajak Badan  pusat di KPP Pratama Purwokerto

NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) tersebut merupakan suatu sarana dalam administrasi perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau identitas Wajib Pajak. Oleh karena itu, kepada setiap Wajib Pajak hanya diberikan satu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Selain itu, Nomor Pokok Wajib Pajak juga dipergunakan untuk menjaga ketertiban dalam pembayaran pajak dan dalam pengawasan administrasi perpajakan. Dalam hal berhubungan dengan dokumen perpajakan, Wajib Pajak diwajibkan mencantumkan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) yang dimilikinya. Terhadap Wajib Pajak yang tidak mendaftarkan diri untuk mendapatkan Nomor Pokok Wajib Pajak dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.


Apabila Wajib Pajak Pindah Alamat harus melakukan perubahan data alamat atau update alamat ke Kantor Pelayanan Pajak tempat terdaftarnya Wajib Pajak, apabila Wajib Pajak pindah alamatnya diluar Wilayah Kantor Pelayanan Pajak semula, maka dilakukan permohonan pindah Kantor Pelayanan Pajak. 


Setiap calon Wajib Pajak yang mendaftarkan diri sebagai Wajib Pajak untuk memperoleh NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), maka Kantor Pelayanan Pajak akan memberikan :
·                     Kartu NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
·                     SKT (Surat Keterangan Terdaftar)
Untuk memperoleh NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) seorang calon Wajib Pajak dapat datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak dimana domisili calon Wajib Pajak tersebut berada.

Untuk memperoleh NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) seorang calon Wajib Pajak tidak dikenakan biaya apapun alias gratis.

MATERI BHS INDONESIA

Karya sastra
1.    Puisi
-      Lama : pantun
Syair
Gurindam
-      Baru
2.    Prosa
-      Cerpen ( cerita yang di baca sekali duduk bisa selesai)
-      Novel
-      Dongeng
-      Hikayat/kerajaan/lagenda/ cerita rakyat
3.    Drama
-      Antagonis
-      Protagonis
Unsur interinsik dan eksterinsik
1.    Tema = inti cerita
2.    Alur/plot = maju(masa depan), mundur(masa lalu), maju mundur(masa silang
3.    Latar/setting = waktu, tempat, suasana
4.    Amanah = pesan
5.    Penokohan = pelaku dan sifat
6.    Sudut pandang = kata ganti aku, kamu
7.    Gaya bahasa = mudah di pahami, susah di pahami
Tugas:
1.    Tema = majikan dan pembantu bego
2.    Alur/plot = maju mundur(masa silang
3.    Latar/setting = - waktu : pagi, siang, subuh-malam
-tempat : rumah, bandung, dapur, tetangga
-suasana : kesal, capek, kasihan, sakit hati
4.    Amanah = - jangan suka marah karena semua orang punya kesalahan
- jangan terlalu merendahkan pembantu
- sebagai majikan harus memaafkan kesalahan pembantunya, dan sebagai pembantu harus tahu diri
5.    Penokohan = (sitti = centil, pekerja keras, bego), (aku = pemarah), (evi, uci, ani = baik), (orang tua = baik
6.    Sudut pandang = aku
7.    Gaya bahasa = susah di pahami
Karya sastra
1.    Puisi
-      Lama : pantun
Syair
Gurindam
-      Baru
2.    Prosa
-      Cerpen ( cerita yang di baca sekali duduk bisa selesai)
-      Novel
-      Dongeng
-      Hikayat/kerajaan/lagenda/ cerita rakyat
3.    Drama
-      Antagonis
-      Protagonis
Unsur interinsik dan eksterinsik
1.    Tema = inti cerita
2.    Alur/plot = maju(masa depan), mundur(masa lalu), maju mundur(masa silang
3.    Latar/setting = waktu, tempat, suasana
4.    Amanah = pesan
5.    Penokohan = pelaku dan sifat
6.    Sudut pandang = kata ganti aku, kamu
7.    Gaya bahasa = mudah di pahami, susah di pahami
Tugas:
1.    Tema = majikan dan pembantu bego
2.    Alur/plot = maju mundur(masa silang
3.    Latar/setting = - waktu : pagi, siang, subuh-malam
-tempat : rumah, bandung, dapur, tetangga
-suasana : kesal, capek, kasihan, sakit hati
4.    Amanah = - jangan suka marah karena semua orang punya kesalahan
- jangan terlalu merendahkan pembantu
- sebagai majikan harus memaafkan kesalahan pembantunya, dan sebagai pembantu harus tahu diri
5.    Penokohan = (sitti = centil, pekerja keras, bego), (aku = pemarah), (evi, uci, ani = baik), (orang tua = baik
6.    Sudut pandang = aku
7.    Gaya bahasa = susah di pahami